This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Tampilkan postingan dengan label munakahat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label munakahat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2014

Bahaya Oral Seks bagi Kesehatan



ORAL seks tidak pernah habis dibicarakan dalam literatur seksologi menurut Islam. Barat membolehkan apapun untuk mencari kenikmatan duniawi, apalagi urusan bawah perut. Berbeda dengan Islam, yang mempunyai batasan yang jelas.
Jika oral seks ini ada unsur penyakit yang membahayakan maka hukum yang mayoritas membolehkan bisa menjadi haram hukumnya atas  dasar kaidah ushul fiqh berdasar hadist nabi:


لاَ ضَرَرَ Ùˆَلاَ ضِرَارَ

“Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66).


Selain dari sudut pandang agama, Barat juga menyatakan bahwa oral seks membahayakan kesehatan. Menurut literature medis Barat, bila dibandingkan dengan hubungan seksual, seks oral dianggap sebagai kegiatan seksual yang lebih rendah risikonya. Namun berdasarkan studi, seks oral sebenarnya adalah metode populer untuk menyebarkan infeksi seksual menular.


Berdasarkan studi  yang telah dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine, seks oral merupakan kegiatan seksual yang banyak menyebarkan infeksi menular seksual, seperti sifilis, gonore, klamidia, HPV (Human Papiloma Virus) dan herpes.


“Kabar baiknya adalah, sifilis, gonore dan klamidia merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang dapat disembuhkan. Namun kabar buruknya, HPV dan herpes tidak dapat disembuhkan dan merupakan IMS yang sangat umum menular melalui seks oral,” jelas J. Dennis Fortenberry, M.D., profesor di Indiana University’s School of Medicine.


Human Papiloma Virus (HPV) merupakan salah satu penyebab kanker serviks atau leher rahim, yang belakangan diketahui bisa menular melalui seks oral. Virus ini bisa diyakini memicu kanker lidah, kanker leher maupun kanker tenggorokan.

Seks oral adalah suatu variasi seks dengan memberikan stimulasi melalui mulut dan lidah pada organ seks / kelamin pasangannya. Ada 2 jenis sex oral yaitu Cunnilingus dan Felatio . Cunnilingus adalahseks oral yang dilakukan seorang pria pada alat kelamin wanita,(vagina ) dengan mulut ataupun lidah.Fellatio adalah seks oral yang dilakukan seorang wanita kepada alat kelamin… pria, (penis dan testis) dengan mulut.


Oral seks diyakini oleh sebagain orang sebagai salah satu sarana pemuas kebutuhan seks yang paling aman tanpa risiko kehamilan. Berangkat dari situ, disinyalir para pelaku utama kegiatan seks ini berasal dari kalangan remaja ataupun pasangan yang belum terikat status pernikahan.Seperti yang dipaparkan Miriam Grossman MD, senior dari The Clare Boothe Luce Policy Institute dan penulis buku Unprotected: A Campus Psychiatrist Reveals How Political Correctness in Her Profession Endangers Every Student mengatakan, remaja dipercaya mengaplikasikan oral seks karena dianggap memiliki risiko yang kecil. Tak heran, apabila 20% dari anak SMP serta 50% dari remaja melakukannya. Mereka hanya berusia sekitar 14 tahun.


Oral seks juga banyak dilakukan pasangan-pasangan suamiistri (pasutri),sebab, merupakan ritual yang bisa dibilang dapat turut memengaruhi kenikmatan dalam bercinta.Hampir 8 dari 10 kaum laki-laki sangat menyukai permainan oral ini, karena  kaum pria mendapatkan kepuasan tersendiri dalam melakukannya, sehingga tidak jarang menumbuhkan semangat sex yang tinggi pada laki-laki, meskipun cenderung kaum wanita tidak menginginkan hal tersebut. inilah yang harus diperhatikan bagi penikmat oral seks. Salah besar apabila ada yang berpendapat bahwa oral seks tidak berbahaya. Apakah bahayanya ?


Oral pada penis


Secara teori, oral pada penis berisiko menularkan penyakit tertentu bagi pasangan karena bisa terinfeksi akibat cairan yang keluar sebelum ejakulasi (pre-ejakulasi) maupun oleh sperma yang masuk.Jika saat itu ada luka terbuka di mukosa mulut, meski kecil dan tidak terlihat, Pasalnya mulut manusia merupakan organ yang hanya di lapisi jaringan halus dan kurang elastis. Mukosa atau jaringan halus pada mulut mudah sekali terluka dan bukan merupakan benteng yang kokoh terhadap datangnya tamu tak di undang, yakni bakteri dan virus.


Disamping itu mulut dan bibir lebih sering mengalami pecah-pecah yang mengundang resiko tertular penyakit melalui oral seks akan lebih mudah dan cepat. Namun, yang harus diwaspadai adalah penyakit menular yang ditimbulkan oleh aktivitas ini, mulai klamidia, herpes genitalis, gonorhea, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV) dapat ditularkan melalui kontak antara mulut dan kelamin ini. Bahkan, lebih parahnya lagi kanker tenggorokan dan kanker leher rahim (cervix)juga dapat dipicu oleh oral seks.


Oral pada vagina


Hal yang sama juga bisa terjadi bila oral seks dilakukan pada wanita. Risiko penularan HIV bisa terjadi karena cairan vagina yang terinfeksi dan juga darah bisa saja masuk ke mulut.


Penularan juga bisa terjadi bila terdapat luka kecil di mulut pasangan yang sedang melakukan oral terinfeksi penyakit menular seksual dan ada luka kecil yang tidak disadari atau iritasi ringan dalam vagina.Penularan HIV pada oral seks memang lebih rendah dibandingkan dengan anal dan vaginal seks akan, tetapi pada beberapa kasus, penularan melalui oral seks dengan vagina telah terbukti ada.


New England Journal of Medicine mengungkapkan, orang yang melakukan oral seks satu sampai dengan lima kali selama hidupnya mempunyai risiko dua kali lebih besar terkena kanker tenggorokandibandingkan orang yang tidak pernah melakukannya. Sementara itu, mereka yang melakukannya lebih dari lima kali memiliki kemungkinan sekitar 250% terkena kanker tenggorokan.Penelitian lainnya, terlihat ada korelasi antara oral seks dan kanker tenggorokan serta kanker leher rahim (cervix.


Hal ini diyakini . karena dengan terjadinya transmisi dari HPV–virus yang mayoritas menyebabkan kanker leher rahim, terdeteksi juga terjadi pada orang yang melakukan oral seks


Bagaimanakah way outnya nya? Jika anda menyukai oral seks dan tidak bisa mengubah kebiasaan ini,maka anda wajib memperhatikan kesehatan dari alat-alat genital anda , misalnya dengan mandi terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan sexual.


Selain itu bila anda tetap ingin melakukan oral seks dengan cara fellatio (seks oral terhadap organ lelaki) maka harusnya memakai kondom tanpa pelumas atau hilangkan pelumasnya. Apabila anda melakukan cunnnilingus ( seks oral terhadap organ kewanitaan), pasangan anda harus menggunakan pelindung gigi. Alat ini berupa selembar lateks persegi yang di telakkan di atas vulva, sehingga tidak terjadi kontak langsung atau pertukaran cairan tubuh. (ubes / berbagai sumber). 

 

Teknik jima yang aman



ketika akan melakukan aktivitas sebelum berhubungan seks memang terkadang penting dilakukan untuk membangun chemistry dan hasrat masing – masing sebelum bercinta.
Tak heran jika beberapa aktivitas umum, seperti makan malam atau pun menikmati indahnya pantai sambil berjalan-jalan berdua dapat membangun hasrat yang lebih antara anda dengan pasangan anda.
Salah satu cara paling mudah untuk membangun chemsitry dengan pasangan anda adalah dengan dinner. Dinner memang bisa membuka hal baru dengan berbagai percakapan menarik bagi anda dan pasangan anda. Karenanya, hidangan pembuka intim sangat penting untuk anda pertimbangkan sebelum memulai aksi anda.
Berikut ini merupakan beberapa tips untuk memilih dan mempersiapkan hidangan makan malam untuk anda dan pasangan anda.
1.  Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah mengenai lokasi. Jika anda menginginkan fine dining sebelum berhubungan intim, anda bisa mengaturnya dengan menata sesuai keinginan agar menjadi romantis.
2.  Jika anda lebih menyenangi gaya dinner biasa yang hanya mengutamakan kedekatan, anda bisa memesan makanan dari luar dan menikmatinya berdua dengan pasangan anda.
3.  Pada saat makan bersama, manfaatkan benar saat-saat berharga anda dengan pasangan anda untuk berinteraksi bersama dengan melakukan percakapan dan saling bercanda.
Jika perlu, anda bisa menentukan topik pembicaraan sebelum memulai. Jangan biarkan suasana berdua anda terganggu karena kesunyian malam. Isi terus pembicaraan hingga terbangun rasa atau hasrat anda masing-masing untuk bercinta.
4.  Jangan menyambi makan malam anda dengan menonton televisi atau membaca. Pastikan anda tetap fokus dengan tujuan akhir anda untuk melakukan jima pada akhirnya.
5.  Pilih hidangan yang tepat dan sesuai dengan selera anda dn pasangan anda. namun, jika anda merasa ingin mencoba hal yang baru, anda bisa memesan secara acak makanan atau pun membuat resep tertentu yang belum pernah anda coba. Kecelakaan kecil seperi rasa makanan yang anah akan menambah suasana menjadi lebih hidup.
6.  Jangan ragu untuk mengajak bercanda pasangan anda dengan membuat beberapa joke yang membuat suasana juga menjadi lebih rileks bagi pasangan
7.  Ketika melakukan makan malam, jangan ragu untuk memulai segalanya dari awal. Jika perlu, anda yang merayu pasangan anda untuk lebih menikmati saat-saat bersantai. Jangan biarkan pasangan anda larut dalam kebosanan. (ubes / berbagai sumber)

Seks Nikmat, Kecanduan? Ini Bahayanya


Seks memang sesuatu yang nikmat dan menyenangkan, namun Anda tidak boleh kecanduan melakukannya karena ada berbagai macam bahaya yang mengintai mereka yang kecanduan seks. Resiko bisa meliputi kerugian finansial, masalah psikologis, sampai rusaknya hubungan dengan orang lain.



Kerugian Finansial
Bahaya pertama yang mengintai pecandu seks yaitu kerugian finansial yang sangat besar dikarenakan siapa saja yang kecanduan seks akan menghabiskan banyak uangnya untuk memenuhi hasrat birahinya. Sebagai contoh, mereka yang kecanduan seks akan membeli berbagai alat bantu seks, film-film porno, menyewa pekerja seks, dan masih banyak lagi.

Bukan itu saja, seseorang yang kecanduan seks juga tak jarang membayar seseorang dengan jumlah yang besar untuk memenuhi nafsu birahinya yang terus memuncak. Di samping itu, kecanduan seks juga bisa membuat seseorang mengabaikan pekerjaannya, hingga membuatnya kehilangan penghasilan dalam jumlah yang cukup signifikan.

Bahaya Kecanduan Seks Terhadap Kesehatan Tubuh dan Psikologi
Resiko tentu saja tidak hanya meliputi kerugian secara finansial, mengingat kecanduan seks juga dapat membahayakan kesehatan bagi pengidapnya. Sebagai contoh, seorang pecandu seks akan cenderung berhubungan dengan banyak orang untuk memuaskan hasrat seksualnya, dan ini tentu saja meningkatkan resiko terjangkitnya berbagai penyakit seksual bagi seorang pecandu seks. 

Selain mengintai mereka yang melakukan hubungan seks dengan banyak orang untuk memuaskan hasrat seksual mereka, Bahaya juga mengintai pecandu yang menyalurkan hasrat seks mereka lewat cara masturbasi. Masturbasi yang berlebihan tidaklah baik dan tewasnya seorang anak di Brasil karena melakukan masturbasi sebanyak 40 kali dalam satu malam menjadi buktinya.

Sementara itu, dampak kecanduan seks terhadap psikologi seseorang yang telah kecanduan seks juga tak kalah dahsyatnya. Seorang pecandu seks cenderung memiliki pikiran yang tidak tenang karena hasratnya yang terlalu besar untuk melakukan seks dan tak jarang seorang pecandu menderita karena hasratnya yang terus bergejolak untuk melakukan seks sepanjang waktu.

Bahaya Kecanduan Seks Terhadap Kehidupan Bermasyarakat
Tak hanya meliputi kesehatan tubuh serta psikologi pecandu, bahaya juga meliputi bahaya rusaknya hubungan bermasyarakat seorang pecandu seks. Sebagai contoh, tidak jarang seorang pecandu seks akan mencari kepuasan seks dengan cara selingkuh dengan pasangan orang lain.

Selain berselingkuh, seorang pecandu seks juga akan cenderung menyalurkan hasrat seksual mereka lewat telepon, pesan singkat, serta percakapan sehari-hari dengan orang-orang yang dikenalnya. Hal ini tentu saja bisa menjadi sangat mengganggu bagi orang lain dan tak ayal, ini akan merusak hubungan sang pecandu dengan masyarakat di sekitarnya.

Bukan itu saja, kecanduan seks juga akan membuat seseorang mengabaikan kegiatan-kegiatan sosial seperti rapat, kegiatan rekreasional, bahkan kegiatan kantoran. Hal tersebut akan menyebabkan seorang pecandu terkurung dalam aktivitas seksnya dan gagal memenuhi tugasnya sebagai warga masyarakat.  

Yang paling parah, kecanduan seks bisa menyebabkan seorang pecandu kehilangan pasangannya apalagi jika sang pecandu terus melakukan hubungan dengan orang lain selain pasangannya tersebut. (ubes / berbagai sumber)

Masalah Rumah Tangga Seputar Tempat Tidur


Hubungan sexual atau jima, seringkali menjadi masalah. Ya itulah rumah tangga, ini bisa terjadi kepada siapa saja. Baik Anda dekat dengan Allah SWT ataupun tidak, jima merupakan kebutuhan orang dewasa. Bedanya, antara kita sebagai Muslimin dengan orang luar, penyikapan dan cara pandang terhadap jima itu sendiri.
Jima dalam kehidupan sesungguhnya kadang kala tidak seindah yang dibayangkan. Berbagai masalah bisa timbul soal jima ini. Jika pihak istri biasanya hanya “nrimo” saja terhadap jima, tidak demikian dengan suami. Ada beberapa hal yang sering kali menghinggapi pihak suami terkait aktivitas intim nan pribadi ini. Apa saja?

Nafsu besar tenaga kurang
Seringkali kali suami begitu menggebu saat mulai melakukan jima, akan tetapi kadang kala “ada” yang tidak mau bereaksi dan “tetap tertidur”. Masalah ini biasanya terjadi pada suami yang sudah agak berumur. Berbagai masalah kesehatan seperti darah tinggi dan diabetes dapat menjadi pemicu hal ini.

Ejakulasi Dini
Jima cepat selesai umumnya terjadi pada suami yang berusia 40 tahun ke bawah. Faktor psikologis seperti depresi, khawatir tidak dapat memuaskan istri, kurang percaya diri, kurangnya komunikasi atau adanya konflik dengan istri adalah hal-hal yang biasanya menjadi penyebab gangguan jima tersebut.

Ukuran yang menyusut
Jika perut suami mulai menggelembung ke depan, maka ada yang mungkin menyusut di bawah perut. Hal ini memang dapat saja terjadi akibat membuncitnya perut suami yang berdampak pada mengecilnya organ pribadi mereka.

Keraguan memuaskan istri
Sebagian suami merasa ragu apakah mereka mampu memuaskan istri saat berjima. Hal ini menimbulkan stress yang berujung pada disfungsi ereksi. Kekwatiran suami ini dapat terjadi pada suami yang merasa bahwa organ pribadi mereka di bawah ukuran normal. Padahal pada kenyataannya sekecil apapun organ pribadi, seorang suami bisa memberikan kepuasaan kepada istrinya.

Istri malas bercinta
Banyak suami yang mengurut dada jika istri terlihat malas untuk melakukan hubungan jima. Pasangan yang sudah lama menikah biasanya karena pihak istri yang sudah capek dalam melakukan aktivitas rumah tangga atau mungkin bekerja. [ubes/ berbagai sumber]

Kamasutra dalam islam
sebagian dari fitrah kemanusiaan, Islam tidak pernah memberangus hasrat seksual. Islam memberikan panduan lengkap agar seks bisa tetap dinikmati seorang muslim tanpa harus kehilangan ritme ibadahnya.
Sebagai salah tujuan dilaksanakannya nikah, hubungan intim –menurut Islam– termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan agama dan mengandung nilai pahala yang sangat besar. Karena jima’ dalam ikatan nikah adalah jalan halal yang disediakan Allah untuk melampiaskan hasrat biologis insani dan menyambung keturunan bani Adam.
Jima’ Itu Ibadah
Selain itu jima’ yang halal juga merupakan ibadah yang berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda, “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)
Karena bertujuan mulia dan bernilai ibadah itu lah setiap hubungan seks dalam rumah tangga harus bertujuan dan dilakukan secara Islami, yakni sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW.
Hubungan intim, menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi), sesuai dengan petunjuk Rasulullah memiliki tiga tujuan: memelihara keturunan dan keberlangsungan umat manusia, mengeluarkan cairan yang bila mendekam di dalam tubuh akan berbahaya, dan meraih kenikmatan yang dianugerahkan Allah.
Ulama salaf mengajarkan, “Seseorang hendaknya menjaga tiga hal pada dirinya: Jangan sampai tidak berjalan kaki, agar jika suatu saat harus melakukannya tidak akan mengalami kesulitan; Jangan sampai tidak makan, agar usus tidak menyempit; dan jangan sampai meninggalkan hubungan seks, karena air sumur saja bila tidak digunakan akan kering sendiri.
Wajahnya Muram
Muhammad bin Zakariya menambahkan, “Barangsiapa yang tidak bersetubuh dalam waktu lama, kekuatan organ tubuhnya akan melemah, syarafnya akan menegang dan pembuluh darahnya akan tersumbat. Saya juga melihat orang yang sengaja tidak melakukan jima’ dengan niat membujang, tubuhnya menjadi dingin dan wajahnya muram.”
Sedangkan di antara manfaat bersetubuh dalam pernikahan, menurut Ibnu Qayyim, adalah terjaganya pandangan mata dan kesucian diri serta hati dari perbuatan haram. Jima’ juga bermanfaat terhadap kesehatan psikis pelakunya, melalui kenikmatan tiada tara yang dihasilkannya.
Orgasme, Faragh
Puncak kenikmatan bersetubuh tersebut dinamakan orgasme atau faragh. Meski tidak semua hubungan seks pasti berujung faragh, tetapi upaya optimal pencapaian faragh yang adil hukumnya wajib. Yang dimaksud faragj yang adil adalah orgasme yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak, yakni suami dan istri.
Mengapa wajib? Karena faragh bersama merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai tujuan pernikahan yakni sakinah, mawaddah dan rahmah. Ketidakpuasan salah satu pihak dalam jima’, jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mendatangkan madharat yang lebih besar, yakni perselingkuhan. Maka, sesuai dengan prinsip dasar islam, la dharara wa la dhirar (tidak berbahaya dan membahayakan), segala upaya mencegah hal-hal yang membahayakan pernikahan yang sah hukumnya juga wajib.
Namun, kepuasan yang wajib diupayakan dalam jima’ adalah kepuasan yang berada dalam batas kewajaran manusia, adat dan agama. Tidak dibenarkan menggunakan dalih meraih kepuasan untuk melakukan praktik-praktik seks menyimpang, seperti sodomi (liwath) yang secara medis telah terbukti berbahaya. Atau penggunaan kekerasaan dalam aktivitas seks (mashokisme), baik secara fisik maupun mental, yang belakangan kerap terjadi.
Maka, sesuai dengan kaidah ushul fiqih “ma la yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajibun” (sesuatu yang menjadi syarat kesempurnaan perkara wajib, hukumnya juga wajib), mengenal dan mempelajari unsur-unsur yang bisa mengantarkan jima’ kepada faragh juga hukumnya wajib.
Bagi kaum laki-laki, tanda tercapainya faragh sangat jelas yakni ketika jima’ sudah mencapai fase ejakulasi atau keluar mani. Namun tidak demikian halnya dengan kaum hawa’ yang kebanyakan bertipe “terlambat panas”, atau –bahkan— tidak mudah panas. Untuk itulah diperlukan berbagai strategi mempercepatnya.
Foreplay: Ciuman
Salah satu unsur terpenting dari strategi pencapaian faragh adalah pendahuluan atau pemanasan yang dalam bahasa asing disebut foreplay (isti’adah). Pemanasan yang cukup dan akurat, menurut para pakar seksologi, akan mempercepat wanita mencapai faragh.
Karena dianggap amat penting, pemanasan sebelum berjima’ juga diperintahkan Rasulullah SAW. Beliau bersabda,
“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR. At-Tirmidzi).
Ciuman dalam hadits diatas tentu saja dalam makna yang sebenarnya. Bahkan, Rasulullah SAW, diceritakan dalam Sunan Abu Dawud, mencium bibir Aisyah dan mengulum lidahnya. Dua hadits tersebut sekaligus mendudukan ciuman antar suami istri sebagai sebuah kesunahan sebelum berjima’.
Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? …yang dapat saling mengigit bibir denganmu.” HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087).
Bau Mulut
Karena itu, pasangan suami istri hendaknya sangat memperhatikan segala unsur yang menyempurnakan fase ciuman. Baik dengan menguasai tehnik dan trik berciuman yang baik, maupun kebersihan dan kesehatan organ tubuh yang akan dipakai berciuman. Karena bisa jadi, bukannya menaikkan suhu jima’, bau mulut yang tidak segar justru akan menurunkan semangat dan hasrat pasangan.
Sedangkan rayuan yang dimaksud di atas adalah semua ucapan yang dapat memikat pasangan, menambah kemesraan dan merangsang gairah berjima’. Dalam istilah fiqih kalimat-kalimat rayuan yang merangsang disebut rafats, yang tentu saja haram diucapkan kepada selain istrinya.
Sentuhan
Selain ciuman dan rayuan, unsur penting lain dalam pemanasan adalah sentuhan mesra. Bagi pasangan suami istri, seluruh bagian tubuh adalah obyek yang halal untuk disentuh, termasuk kemaluan. Terlebih jika dimaksudkan sebagai penyemangat jima’. Demikian Ibnu Taymiyyah berpendapat.
Syaikh Nashirudin Al-Albani, mengutip perkataan Ibnu Urwah Al-Hanbali dalam kitabnya yang masih berbentuk manuskrip, Al-Kawakbu Ad-Durari,
“Diperbolehkan bagi suami istri untuk melihat dan meraba seluruh lekuk tubuh pasangannya, termasuk kemaluan. Karena kemaluan merupakan bagian tubuh yang boleh dinikmati dalam bercumbu, tentu boleh pula dilihat dan diraba. Diambil dari pandangan Imam Malik dan ulama lainnya.”
Berkat kebesaran Allah, setiap bagian tubuh manusia memiliki kepekaan dan rasa yang berbeda saat disentuh atau dipandangi. Maka, untuk menambah kualitas jima’, suami istri diperbolehkan pula menanggalkan seluruh pakaiannya. Dari Aisyah RA, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalm satu bejana…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Untuk mendapatkan hasil sentuhan yang optimal, seyogyanya suami istri mengetahui dengan baik titik-titik yang mudah membangkitkan gairah pasangan masing-masing. Maka diperlukan sebuah komunikasi terbuka dan santai antara pasangan suami istri, untuk menemukan titik-titik tersebut, agar menghasilkan efek yang maksimal saat berjima’.
Mendesah
Diperbolehkan bagi pasangan suami istri yang tengah berjima’ untuk mendesah. Karena desahan adalah bagian dari meningkatkan gairah. Imam As-Suyuthi meriwayatkan, ada seorang qadhi yang menggauli istrinya. Tiba-tiba sang istri meliuk dan mendesah. Sang qadhi pun menegurnya. Namun tatkala keesokan harinya sang qadhi mendatangi istrinya ia justru berkata, “Lakukan seperti yang kemarin.”
Satu hal lagi yang menambah kenikmatan dalam hubungan intim suami istri, yaitu posisi bersetubuh. Kebetulan Islam sendiri memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pemeluknya untuk mencoba berbagai variasi posisi dalam berhubungan seks. Satu-satunya ketentuan yang diatur syariat hanyalah, semua posisi seks itu tetap dilakukan pada satu jalan, yaitu farji. Bukan yang lainnya.
Allah SWT berfirman,
“Istri-istrimu adalah tempat bercocok tanammu, datangilah ia dari arah manapun yang kalian kehendaki.” QS. Al-Baqarah (2:223).
Posisi Ijba’, Doggy Style
Menurut ahli tafsir, ayat ini turun sehubungan dengan kejadian di Madinah. Suatu ketika beberapa wanita Madinah yang menikah dengan kaum muhajirin mengadu kepada Rasulullah SAW, karena suami-suami mereka ingin melakukan hubungan seks dalam posisi ijba’ atau tajbiyah.
Ijba adalah posisi seks dimana lelaki mendatangi farji perempuan dari arah belakang. Yang menjadi persoalan, para wanita Madinah itu pernah mendengar perempuan-perempuan Yahudi mengatakan, barangsiapa yang berjima’ dengan cara ijba’ maka anaknya kelak akan bermata juling. Lalu turunlah ayat tersebut.
Terkait dengan ayat 233 Surah Al-Baqarah itu Imam Nawawi menjelaskan, “Ayat tersebut menunjukan diperbolehkannya menyetubuhi wanita dari depan atau belakang, dengan cara menindih atau bertelungkup. Adapun menyetubuhi melalui dubur tidak diperbolehkan, karena itu bukan lokasi bercocok tanam.” Bercocok tanam yang dimaksud adalah berketurunan.
Muhammad Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam ‘Aunul Ma’bud menambahkan, “Kata ladang (hartsun) yang disebut dalam Al-Quran menunjukkan, wanita boleh digauli dengan cara apa pun: berbaring, berdiri atau duduk, dan menghadap atau membelakangi..”
Demikianlah, Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, lagi-lagi terbukti memiliki ajaran yang sangat lengkap dan seksama dalam membimbing umatnya mengarungi samudera kehidupan. Semua sisi dan potensi kehidupan dikupas tuntas serta diberi tuntunan yang detail, agar umatnya bisa tetap bersyariat seraya menjalani fitrah kemanusiannya. (ubes / berbagai sumber) 

Hubungan sex dari dubur, dilarang?


Saat ini,dalam bidang medis Barat, sebagian pakarnya membolehkan  seks lewat “belakang” atau yang lebih sering disebut dengan seks anal atau—maaf—lewat dubur. Mereka mengatakan bahwa cara ini adalah salah satu yang bisa menghindarkan kehamilan untuk wanita, atau sebagai variasi hubungan, atau yang lebih ekstrem lagi, untuk seks lelaki sesama jenis.
Dalam Islam, perbuatan anal seks adalah dilarang secara hitam-putih, tak ada lagi perdebatan dan sudah diakui oleh semua ulama manapun yang lurus aqidahnya. Dalam kitab Fiqhus Sunnah bab 7 tentang “hak kebendaan”  sub bab “menyenggamai perempuan di luar tempatnya” dijelaskan: Firman Allah SWT “Isteri-isterimu adalah seperti tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam itu bagaimana saja,”(QS 2:223).
“Maka campurkanlah mereka itu pada tempat yang diperintahkan Allah kepadamu,” (QS 2:222).
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebab turunnya ayat tersebut bahwa orang-orang Yahudi di zaman Nabi SAW beranggapan bahwa jika mendatangi isterinya pada kemaluannya lewat belakang, makaa anaknya akan lahir juling. Dan kaum Anshar pun mengikuti anggapan ini. Lalu turunlah QS 2:223, yaitu tidak dianggap salah menyenggamai isteri dengan cara apapun selama masih pada kemaluannya dan jika masih bermaksud “di tempat bercocok tanamnya”.
Namun lewat belakang sama sekali bukan lewat pembuangan kotoran. Terdapat banyak hadits yang melarang menyenggamai—maaf, sekali lagi!—anus, diantaranya:
“Janganlah kamu mendatangi perempuan pada pantatnya,” atau Nabi berkata pula “pada duburnya,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Amr bin Syu’aib bahwa Nabi SAW bersabda tentang laki-laki yang mendatangi isterinya pada duburnya, “Itu adalah homoseksual kecil.” A
hmad dan Ash Habus-Sunan meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: “Terlaknatlah laki-laki yang mendatangi perempuan pada duburnya.”

Bahaya anal seks dari segi medis
Anus tidak dirancang untuk berhubungan biologis, sehingga masalah kesehatan akan sangat banyak timbul jika melakukannya. Seks anal juga tidak pernah dianggap sebagai perilaku seks yang aman.
Berikut 4 bahaya ketika melakukan hubungan seks melalui anus, seperti dilansir Menshealth dan Netdoctor, yaitu:
1.         Rasa sakit dan rasa tidak nyaman pada anus
Bila dibandingkan vagina, struktur anus jauh lebih ketat. Bila pria memberikan tekanan yang kuat saat melakukan hubungan seks pada anus, maka hal tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri, sakit, tidak nyaman atau bahkan lecet hingga menyebabkan sakit saat buang air besar.
2. Tak ada pelumasan atau lubrikasi di dubur
Tidak seperti organ reproduksi wanita atau vagina yang diciptakan untuk dapat melubrikasi dirinya sendiri saat merasa terangsang, pada anus hal tersebut tidak terjadi. Ini juga dapat menyebabkan hubungan seks anal semakin menyakitkan.
3. Mudah menyebarkan penyakit menular seksual

Seks anal jelas akan menimbulkan banyak penyakit menular seksual (PMS), itu sudah tidak diragukan lagi. PMS yang bisa menular melalui hubungan seks anal antara lain human immunodeficiency virus (HIV), human papilloma virus (HPV, yang dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker dubur, hepatitis A dan C, chlamydia, gonorrhea dan herpes.

4. Tertular virus dan bakteri berbahaya
Kurangnya pelumasan pada hubungan seks anal bisa menyebabkan lecet pada penis dan mukosa dubur, sehingga mudah menularkan virus. Selain penyakit menular seksual, hubungan seks anal juga dapat menularkan virus dan bakteri tertentu, seperti Escherichia coli (E. coli). Penularan bakteri ini dapat menyebabkan yang ringan dan parah seperti gastroenteritis (penyakit infeksi usus yang sangat menular). Beberapa strain E. coli (E. coli uropathic) juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, mulai dari cystitis (radang kandung kemih) hingga pielonefritis (infeksi ginjal serius akibat bakteri).
Jadi, lakukan semua seperti yang sudah digariskan dalam Islam. Nafsu syahwat jika dituruti akan selalu menuntut dan menuntut lebih. Seks, bagi seorang Muslim, adalah kebutuhan yang sangat pribadi yang dilakukan secara sah dengan pasangan sah, dan tentu saja dengan cara-cara yang sama sekali tidak bertentangan dengan syariat. Jangan sampai justru seharusnya mendapat pahala, malah mendapat laknat Allah swt! Wallohu alam bi shawwab. [ubes /berbagai sumber]


PERILAKU PENYIMPANGAN SEKSUAL


Anda pernah mendengar berita tentang AS (17 tahun), remaja cowok asal Kabupaten Tasik yang memperkosa lalu membuang seorang siswa SD bernama De (6) ke laut pertengahan tahun 2013? Ketika di persidangan, terbukti kalau AS enggak hanya memperkosa De, tapi juga melakukan hubungan seksual dengan ayam dan kambing. Kok bisa terjadi, ya? Perilaku Penyimpangan Seksual.

Perilaku tersebut bisa digolongkan kepada penyimpangan seksual. Secara umum, penyimpangan seksual merupakan tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Biasanya, hal ini dipicu oleh adanya kebutuhan atau dorongan seksual terhadap hal-hal di luar organ seksual.

Ada banyak perilaku penyimpangan seksual yang diketahui saat ini, girls. Bahkan di usia remaja, kadang penyimpangan ini sudah mulai terlihat, lho. Malah, hal ini bisa lebih membahayakan karena kurangnya pengetahuan kita terhadap penyimpangan ini dan kurangnya kontrol diri dalam menghadapi dorongan seksual yang kita rasakan.
Penyimpangan Seksual itu banyak macamnya. berikut ini 11 perilaku menyimpang seksual yang patut Kita ketahui : 


1. Ekshibisionisme
Ekshibisionisme adalah seseorang mendapatkan kepuasan seksual dengan memamerkan bagian genitalnya sendiri kepada orang asing yang tidak mau melihatnya. Bagi seorang ekshibisionis, kepuasan berasal dari reaksi orang lain, yang secara keliru diduga (oleh si penderita) sebagai ekspresi kepuasan seksual.

Kepuasan seksual diperoleh penderita saat melihat reaksi terperanjat, takut, kagum, jijik, atau menjerit dari orang yang melihatnya. Kemudian hal tersebut digunakan sebagai dasar untuk fantasi masturbasi. Orgasme dicapai dengan melakukan masturbasi pada saat itu juga atau sesaat kemudian.

2. Voyeurisme
Ciri utama voyeurism (di dunia kedokteran dikenal sebagai skopofilia) adalah adanya dorongan yang tidak terkendali untuk secara diam-diam mengintip atau melihat wanita yang sedang telanjang, melepas pakaian, atau melakukan kegiatan seksual.

Penderita biasanya memperoleh kepuasan seksual dari ‘tontonan’ tersebut. Wanita yang diintip biasanya tak dia kenal. Mengintip menjadi cara eksklusif untuk mendapatkan kepuasan seksual. Anehnya, ia sama sekali tidak menginginkan berhubungan seksual dengan wanita yang diintip. Kepuasan orgasme biasanya didapat dengan cara masturbasi.

Uniknya, voyeurism sejati tidak terangsang jika melihat wanita yang tidak berpakaian di hadapannya. Mereka hanya terangsang jika mengintipnya. Dengan mengintip mereka mampu mempertahankan keunggulan seksual tanpa perlu mengalami risiko kegagalan atau penolakan dari pasangan yang nyata.

3. Frotteurisme
Menggosokkan badan atau memeluk orang lain yang tidak mau. Hal seperti itu banyak ditemukan di tempat-tempat di mana kita mau tidak mau berdesak-desakan satu sama lain, contohnya di kereta atau di bis yang penuh sesak.

4. Pedofilia
Istilah yang sering sekali kita dengar. Orang dewasa, terutama pria, yang mencari kontak fisik dan seksual dengan anak-anak prapubertas yang tidak mau berhubungan dengan mereka.

Sekitar dua pertiga korban kelainan ini adalah anak-anak berusia 8 – 11 tahun. Kebanyakan paedofilia menjangkiti pria, namun ada pula kasus wanita berhubungan seks secara berulang dengan anak-anak. Kebanyakan kaum paedofil mengenali korbannya, misalnya saudara, tetangga, atau kenalan. Kaum paedofil dikategorikan dalam tiga golongan yakni di atas 50 tahun, 20-an hingga 30 tahun, dan para remaja. Seremnya lagi, sebagian besar mereka adalah para heteroseksual dan kebanyakan sudah menjadi ayah.


5. Sadomasokisme
Sadisme seksual dan masokisme. Sadisme – mengambil nama dari Marquis de Sade (1740-1814) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kenikmatan atau rangsangan seksual yang diperoleh dengan menimbulkan nyeri atau menyiksa pasangannya. Semakin sakit, semakin terangsang.

Masokisme – nama pengarang terkenal lain tentang eksploitasi seksual, Leopold von Sacher-Masoch (1836-1895) menggambarkan keinginan untuk mendapatkan nyeri dan kenikmatan seksual dari siksaan atau hinaan (secara fisik atau verbal).

Penderita sadistik mendapatkan kepuasan seksual dari menimbulkan rasa sakit dan/atau hinaan, sedangkan masokistik mendapatkan kepuasan seksual dari menerima rasa sakit dan/atau hinaan. Aktivitas seksual sadomasokistik ditandai oleh teknik yang melibatkan dominasi dan penyerahan ekstrim dan dengan memberi dan menerima siksaan. Sebagian besar penderita adalah wanita. Disebut sadomasokistik karena pelakunya memiliki sisi sadistik dan masokistik dari kepribadian mereka. Tetapi, walaupun banyak yang bertukar peran, masokistik lebih banyak dari sadistik.

6. Fetishisme
Fetishisme adalah ketergantungan pada suatu bagian tubuh atau suatu benda (yang dinamakan fetish) untuk mendapatkan rangsangan dan kepuasan seksual. Penderitanya menjadi terangsang dengan bagian tubuh (misalnya bokong) atau suatu benda (biasanya pakaian dalam) yang bagi sebagian besar orang hanya merupakan stimuli. Benda itu mungkin dapat menjadi dasar fantasi atau membantu percintaan tetapi bukan menjadi pengganti aktivitas seksual yang lebih konvensional.

Secara umum fetishist adalah orang yang tidak mampu menikmati seks tanpa adanya sebuah fetish. Fetish mungkin bagian tubuh (seperti bokong, misalnya), benda mati (seperti sepasang sepatu), atau bahan (seperti karet). Pada kasus ekstrim, objek fetish menjadi pengganti pasangan manusia yang nyata.

7. Skatologia telepon
Bisa diartikan sebagai melakukan hubungan telepon yang cabul dengan orang lain yang tidak menginginkannya.

8. Transvestisme
Transvestisme juga dikenal sebagai berpakaian lawan jenis (cross-dressing). Bagi sebagian pria, transvestisme merupakan suatu aktivitas seksual di mana kepuasan emosional dan fisik diperoleh dari menggunakan pakaian wanita. Salah besar jika menganggap transvestisme adalah homoseksual. Sebagian besar adalah heteroseksual dengan kehidupan seks yang cukup konvensional dan banyak yang menikah serta memiliki anak.

Pola pakaian lawan jenis cukup bervariasi. Sebagian transvestist menolak pakaian pria sama sekali dan menggunakan pakaian wanita sepanjang waktu. Sebagian lagi hanya menggunakan pakaian wanita kadang-kadang saja atau sering kali, sedangkan yang lain hanya memilih satu jenis pakaian saja. Sebagian penderita transvestisme memiliki kepribadian ganda –satu pria dan satu wanita– dan berpakaian lawan jenis untuk mengekspresikan kepribadian wanitanya sementara pada dasarnya adalah maskulin.

Biasanya kelainan ini bermula sejak anak-anak atau remaja. Seperangkat pakaian yang disukai dapat menjadi benda yang merangsang nafsu seksualnya. Awalnya dipakai pada saat masturbasi, kemudian saat persetubuhan. Yang dikenakan mula-mula hanya terbatas cross-dressing parsial (hanya mengenakan BH dan celana dalam), lama-kelamaan mengenakan pakaian wanita lengkap, cross-dressing total. Yang terakhir dilakukan ketika si penderita mulai merasa mampu berdikari, sekitar masa remaja sampai dewasa muda. Frekuensi kejadiannya makin lama makin meningkat dan akhirnya menjadi kebiasaan.

Seiring dengan bertambahnya usia, kecenderungan untuk mendapatkan kepuasan seksual melalui cara ini dapat berkurang atau bahkan hilang. Walaupun ada kalanya sejumlah kecil transvestit muncul pada usia lebih lanjut, yang menghendaki mengenakan pakaian wanita dan hidup sebagai wanita secara tetap.

Dalam kasus terakhir ini transvestisme berubah menjadi transeksualisme; penderita ingin berganti kelamin, menjadi seperti lawan jenis, dan tidak lagi mendapat kepuasan seksual hanya dengan cross-dressing.

9. Satiriasis
Juga dikenal sebagai Don Juanisme atau adiksi seksual. Kondisi ini adalah ekuivalen pria dari nimfomania, suatu gangguan psikologis di mana pria didominasi oleh keinginan yang tidak henti-hentinya untuk melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan yang berbeda. Kadang-kadang diduga disebabkan oleh narsikisme yang kuat dan perasaan perlunya kontrol dari perasaan inferior melalui keberhasilan seksual. Jenis penyimpangan ini sangat berisiko untuk tertular penyakit kelamin dan HIV/AIDS.

10. Perilaku seksual kompulsif
Adalah pengulangan tindakan erotik tanpa kenikmatan. Kompulsi seksual ini bisa berupa telepon seks yang tanpa akhir, one-night stand (affair singkat), atau masturbasi beberapa kali dalam sehari, penderitanya seringkali mengaku merasa “tidak terkendali” sebelum aktivitas dan merasa bersalah atau malu setelahnya. Apapun kepuasan seksual yang didapatnya, tindakan tersebut adalah dangkal dan hambar.

Pencarian kepuasan seksual yang mereka lakukan bersifat kompulsif, kadang-kadang ritualistik. Mereka merasa tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri selama pencarian, dan setelahnya merasa putus asa, malu, dan membenci diri sendiri. Tetapi satu-satunya cara untuk dapat lolos dari perasaan negatif itu adalah melalui pengulangan pencarian kepuasan seksual yang untuk sementara mematikan atau menumpulkan perasaan malu. Dengan demikian tercipta lingkaran setan yang tidak ada hentinya.

11. Incest
Hubungan seksual antara kerabat dekat di mana perkawinan di antara mereka ditentang oleh hukum. Incest merupakan tabu sosial yang besar, bahkan bisa merusak keturunan. (ubes/berbagai sumber)